Senin, 17 Desember 2007

WILLINGNESS TO LEARN

Orang bijak mengatakan belajar merupakan suatu proses yang terus berlangsung dari buaian seorang ibu sampai tubuh ini terkubur di liang lahad, hal ini didukung karena manusia dikaruniai otak yang begitu dahsyat dengan fungsi berfikirnya, dan otak mampu menyimpan segala bentuk informasi yang tak terhingga.

Diibaratkan sebuah Komputer yang sedikit meniru kerja sistem saraf manusia, tetapi sudah diangap salah satu keajaiban dunia dalam tehnologi. Keajaiban komputer itu dikarenakan adanya benda kecil yang disebut microprocessor, yang kerjanya mengolah data dengan cara yang sedemikian canggih.

Taufik pasiak dalam bukunya Revolusi IQ, EQ dan SQ, menyebutkan bahwa prosesor itu adalah “otak”nya komputer. Lalu bagaimana dengan otak manusia, bukankah manusia yang menciptakan processor itu? bukan main ajaibnya otak manusia yang dalam banyak hal melebihi komputer itu.

Ketika perangkat-perangkat untuk belajar sudah tersedia, masalah yang timbul adalah menumbuhkan semangat belajar atau yang lebih dikenal dengan willingness to learn, karena tidak semua orang memiliki semangat untuk belajar, sebagian mereka merasa puas dengan kondisinya yang ada, atau merasa tidak mampu untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi dirinya. Lalu apa itu willingnes to learn? willingness to learn merupakan suatu dorongan atau hasrat dalam diri untuk terus mencari informasi dan memahami berbagai hal dalam rangka pengembangan diri.

Bagi perusahaan wiillingnes to learn yang ditunjukan oleh karyawannya merupakan hal sangat penting, karena dengan willingness to learn yang tinggi perusahaan akan lebih inovatif, berkembang dan siap menerima perubahan yang datang.

Maju atau mundurnya sebuah perusahaan sangat tergantung pada karyawannya, beruntunglah perusahaan yang memiliki karyawan-karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi untuk terus belajar dalam rangka pengembangan diri untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan. Disisi lain perusahaan yang memperhatikan perkembangan setiap karyawannya untuk menyapa setiap perubahan, maka kemungkinan besar perusahaan itu akan survive menerima setiap perubahan dan mampu berkompetisi dengan kompetitor lainnya.

1 komentar:

degroogie86 mengatakan...

pak ada model pelatihan untuk meningkatkan willingness gak pak..?basic teorinya apa??